Senin, 06 Juni 2022

                                 MENELUSURI JEJAK KERAJAAN ISLAM DEMAK 

Judul: Kerajaan Islam Demak,Api  Revolusi Islam di Tanah Jawa

Penulis: Rachmad Abdullah, S.Si.,M.Pd.

Penerbit: Al-Wafi Publishing,Solo

Tahun: 2015

Tebal: 250 Halaman

Bahasa: Indonesia

Sampul: Latar hitam,coklat emas

 

Buku  yang ditulis oleh Rachmad Abdullah (Guru IPA Fisika SMP Al-Islam 1 Surakarta) ini menceritakan peran Kerajaaan Demak dalam menyebarkan Islam dan mengusir penjajah Eropa dari Nusantara. Buku ini patut dimiliki oleh penikmat sejarah sebagai salah satu referensi sejarah, khususnya sejarah Islam di Nusantara.

Buku ini merupakan buku ketiga dari serial Trilogi Revolusi Islam di Tanah Jawa. Jika pada buku pertama dan kedua membahas tentang  Walisongo dan Sultan Fattah, maka pada buku ketiga ini secara khusus membahas tentang masa kepemimpinan ketiga raja Islam sepeninggal Sultan Fattah (Sultan Demak pertama). Dimulai dari masa kepemimpinan  Pati Unus/Adipati Yunus (1518-1521 M) dimana pada masanya terjadi dua kali ekspedisi  jihad untuk mengusir Portugis dari Malaka (tahun 1513 dan 1521 M), lalu setelah itu dilanjutkan oleh Sultan Trenggono (1521-1546 M) yang melakukan ekspansi wilayah Islam ke seluruh Jawa baik ke barat maupun ke timur, termasuk yang paling fenomenal adalah penaklukan Sunda Kelapa oleh Panglima Fatahillah dengan mempecundangi Portugis. Kemudian terakhir adalah masa kepemimpinan Sunan Prawoto (1546-1549 M)  yang pada masanya terjadi banyak huru-hara di Kerajaan Demak hingga akhirnya runtuh pada tahun 1549 M.

Pada bab terakhir buku ini, penulis membahas berbagai masalah terkait dengan sumber penulisan  sejarah dan distorsi sejarah Islam Nusantara. Seperti sumber sejarah yang digunakan dalam penulisan sejarah Islam di Indonesia dan juga peranan kaum orientalis dalam pengaburan sejarah Islam di Indonesia.

Keunggulan buku ini dibanding buku sejarah lainnya terlihat bahwa penulis benar-benar serius dalam menyeleksi sumber sejarah yang ada, yaitu dengan cara melakukan uji validitas antara satu sumber sejarah dengan sumber sejarah yang lain, tidak cukup dengan itu saja terkadang penulis juga melakukan observasi lapangan dengan mengunjungi langsung situs-situs sejarah tersebut, sehingga didapatkanlah sumber sejarah yang valid untuk referensi bukunya. Selain itu, bahasa yang digunakan juga ringan dan mudah dipahami tapi tetap berbobot,ditambah lagi dengan disertai ilustrasi dan foto sehingga tidak membosankan.

Namun, buku ini bukan tanpa kekurangan, terdapat kesalahan cetak di halaman 233-236, dimana terdapat dua halaman yang terulang dua kali. Terlepas dari itu semua, buku “Kerajaan Islam Demak: Api Revolusi Islam di Tanah Jawa”  ini merupakan khazanah ilmu penetahuan Islam yang berharga, karena masih banyak umat Islam Indonesia yang tidak mengetahuinya sebagai imbas distorsi sejarah yang dilakukan oleh orientalis penjajah pada zaman dahulu. Jadi, upaya Rachmad Abdullah untuk menguak dan menelusuri  jejak Kerajaan Islam Demak serta pengaruhnya patut untuk kita apresiasi sebagai karya yang luar biasa.

Penulis: @arifanshor7

#resensi #literasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kritik ≠ Tidak beradab

Kalau kita lihat dari sejarah, pondok pesantren memang produk sosial-budaya, bukan lembaga yang sakral secara syar‘i.  Ia muncul sebagai ini...