Muslim Produktif
Kita pasti
sering bgt kan denger kata “produktif” ato “prodiktifitas”, sebenernya apaan
si???, nah trs gmn Islam memandang ttg si prodiktifitas itu??, nahhh… mari kita
kemon belajar bareng2.
Nih yaaa.. produktifitas itu,
Kegiatan yg berkesinambungan dan berdampak kpd perbaikan dan perbaikan.
Ini sih setau
saya doang… maap2 klo salah.. okray?!?!?. Nah trs gmn sih islam memandangnya???
Allah Ta’ala
berfirman ,
فإذ فرغت فانصب}}
“Maka apabila
kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh
(urusan) yang lain. ” (QS. Al Insyirah: 8)
Noh… dari ayat di atas dah jelas bgt
kan perintahnya, jdi klo misalkan dah kelar ngerjain sesuatu, langsung cari
kerjaan laen boss… jgn kebanyakan bengong. Produktif dong… produktif… (alahh
sok iyeee wkwkwk).
Nah trs… ouput dri produktifitas itu
sendiri adalah keberkahan.. jdi biar dapet berkanya, kita harus produktifnya
tentu di hal2 yg positif…
Lanjuttt….
Sekarang kita bahas kunci dari
produktifitas tuh apaan, nih saya kasih tempe..
(ehhh
tahu bos.. tahu…)
·
Focus
·
Energy
·
Time
1.
Focus
Dalam
focus ini di bagi dua bos..
-ALLAH
CENTRIC (Barakah Cultre)
-EGO CENTRIC (Hustle Culture)
-
ALLAH CENTRIC
Small, but consistent efforts
EGO CENTRIC
Big
moves, constant efforts
“Jangan terlalu fokus terhadap tujuan hidupmu,
tetapi fokuslah kpd tujuan Rabmu menciptakanmu” , Ust. Agus
fadilla sandi,S.H (Dosen Pancasila
STIUWM).
Bukan berarti ga boleh punya cita2 /
mimpi, boleh bos.. tapi jgn sampe cita2/mimpi tsb justru menjauhkan kita dari
Allah.
“Mimpi dan cita2 adalah salah satu sebab knp sampai sekarang kita msh bisa tetap terbangun
d pagi hari utk mewujudkan mimpi kita, kita masih bisa berjuang meskipun kita
tahu itu berat”
2.
Energy
Anugrah
kesehatan yg udh Allah kasih jgn di sia2in boss… karena salah satu bentuk
bersyukur adalah dg menggunakan nikmat yg telah Allah berikan untuk melakukan
hal2 yg Ia cintai.
Dari Ibnu
‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ
هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ
قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
“Manfaatkan
lima perkara sebelum lima perkara :
[1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
[2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
[3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
[4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
[5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.”
(HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At
Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits ini dikatakan shohih oleh
Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir).
Waktu
mudamu sebelum datang waktu tuamu, maksudnya: “Lakukanlah ketaatan ketika dalam
kondisi kuat untuk beramal (yaitu di waktu muda), sebelum datang masa tua
renta.”
Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
maksudnya: “Beramallah di waktu sehat, sebelum datang waktu yang menghalangi
untuk beramal seperti di waktu sakit.”
Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
maksudnya: “Manfaatklah kesempatan (waktu luangmu) di dunia ini sebelum datang
waktu sibukmu di akhirat nanti. Dan awal kehidupan akhirat adalah di alam
kubur.”
Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
maksudnya: ”Bersedekahlah dengan kelebihan hartamu sebelum datang bencana yang
dapat merusak harta tersebut, sehingga akhirnya engkau menjadi fakir di dunia
maupun akhirat.”
Hidupmu sebelum datang kematianmu, maksudnya: “Lakukanlah
sesuatu yang manfaat untuk kehidupan sesudah matimu, karena siapa pun yang
mati, maka akan terputus amalannya.”
3. Time
“Tanda Allah
cinta kpd kita adalah, Allah akan memperkerjakan kita dlm sesuatu yg Ia cintai.”
, (Syakhul Islam Ibn Taimiyah)
“Salah satu
tanda Allah berpaling dari seorang hambaNya adalah, Ia menjadikannya sibuk pd hal2 yg
tdk bermanfaat baginya” (Imam Hasan Al
Basri).
Segini dulu ya gess.. moga2 bermanfaat…
Wallahu a’lam bisshowab….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar