Senin, 26 April 2021

Muslim Produktif


 

Muslim Produktif

            Kita pasti sering bgt kan denger kata “produktif” ato “prodiktifitas”, sebenernya apaan si???, nah trs gmn Islam memandang ttg si prodiktifitas itu??, nahhh… mari kita kemon belajar bareng2.

 

            Nih yaaa.. produktifitas itu, Kegiatan yg berkesinambungan dan berdampak kpd perbaikan dan perbaikan.

Ini sih setau saya doang… maap2 klo salah.. okray?!?!?. Nah trs gmn sih islam memandangnya???

Allah Ta’ala berfirman ,

فإذ فرغت فانصب}}

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. ” (QS. Al Insyirah: 8)

            Noh… dari ayat di atas dah jelas bgt kan perintahnya, jdi klo misalkan dah kelar ngerjain sesuatu, langsung cari kerjaan laen boss… jgn kebanyakan bengong. Produktif dong… produktif… (alahh sok iyeee wkwkwk).

            Nah trs… ouput dri produktifitas itu sendiri adalah keberkahan.. jdi biar dapet berkanya, kita harus produktifnya tentu di hal2 yg positif…

Lanjuttt….

            Sekarang kita bahas kunci dari produktifitas tuh apaan, nih saya kasih tempe..

(ehhh tahu bos.. tahu…)

·         Focus

·         Energy

·         Time

 

1.      Focus

Dalam focus ini di bagi dua bos..

-ALLAH CENTRIC (Barakah Cultre)
-EGO CENTRIC (Hustle Culture)

 

 


  -
               ALLAH CENTRIC                                                             

            Small, but consistent efforts 

EGO CENTRIC

            Big moves, constant efforts

“Jangan terlalu fokus terhadap tujuan hidupmu, tetapi fokuslah kpd tujuan Rabmu menciptakanmu” , Ust. Agus fadilla sandi,S.H  (Dosen Pancasila STIUWM).

            Bukan berarti ga boleh punya cita2 / mimpi, boleh bos.. tapi jgn sampe cita2/mimpi tsb justru menjauhkan kita dari Allah.

“Mimpi dan cita2 adalah salah satu sebab knp  sampai sekarang kita msh bisa tetap terbangun d pagi hari utk mewujudkan mimpi kita, kita masih bisa berjuang meskipun kita tahu itu berat”

2.      Energy

Anugrah kesehatan yg udh Allah kasih jgn di sia2in boss… karena salah satu bentuk bersyukur adalah dg menggunakan nikmat yg telah Allah berikan untuk melakukan hal2 yg Ia cintai.

Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara :
[1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
[2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
[3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
[4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
[5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.”
(HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir).

            Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, maksudnya: “Lakukanlah ketaatan ketika dalam kondisi kuat untuk beramal (yaitu di waktu muda), sebelum datang masa tua renta.”
Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, maksudnya: “Beramallah di waktu sehat, sebelum datang waktu yang menghalangi untuk beramal seperti di waktu sakit.”
Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, maksudnya: “Manfaatklah kesempatan (waktu luangmu) di dunia ini sebelum datang waktu sibukmu di akhirat nanti. Dan awal kehidupan akhirat adalah di alam kubur.”
Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, maksudnya: ”Bersedekahlah dengan kelebihan hartamu sebelum datang bencana yang dapat merusak harta tersebut, sehingga akhirnya engkau menjadi fakir di dunia maupun akhirat.”
Hidupmu sebelum datang kematianmu, maksudnya: “Lakukanlah sesuatu yang manfaat untuk kehidupan sesudah matimu, karena siapa pun yang mati, maka akan terputus amalannya.”

 

 

3.      Time

“Tanda Allah cinta kpd kita adalah, Allah akan memperkerjakan kita dlm sesuatu yg Ia cintai.” , (Syakhul Islam Ibn Taimiyah)

“Salah satu tanda Allah berpaling dari seorang hambaNya adalah, Ia menjadikannya sibuk pd hal2 yg tdk bermanfaat baginya” (Imam Hasan Al Basri).

 

Segini dulu ya gess.. moga2 bermanfaat…

Wallahu a’lam bisshowab….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kritik ≠ Tidak beradab

Kalau kita lihat dari sejarah, pondok pesantren memang produk sosial-budaya, bukan lembaga yang sakral secara syar‘i.  Ia muncul sebagai ini...