Jumat, 23 Juli 2021

Belajar Dari Waktu


BELAJAR DARI WAKTU

Waktu itu adalah masa yang didalamnya terdapat berbagai aktivitas manusia, baik dalam wujud kebaikan atau keburukan.

Waktu itu kadang bisa jadi pedang yang kita gunakan untuk menghancurkan lawan ketika dimanfaatin dg baik.

Tapi waktu juga bisa jadi bumerang yg justru bikin celaka diri sendiri kalo ga diperhatiin.

Nah... Allah tuh udah memperingatkan hamba2Nya ttg waktu ini, dan ini bukti kalo ajaran Islam tuh sempurna dan ga ada kurangnya seikitpun.

Kita juga pasti udh pada tau lah sebuah surat yg membahas ttg waktu, dan pasti surat ini juga jadi salah satu playlist andalan pas sholat hehe... 

Yaitu surat Al-'Ashr. InsyaAllah kita bakalan bahas sedikit ttg surat ini.

Allah ta'ala berfirman,  

بِسْــــــــــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِـــــــــــــــــــــــيمِ

(1) Demi masa,

وَالْعَصْرِ 

(2) sungguh, manusia berada dalam kerugian,

إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ 

(3) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

 





إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ 

           

 

Di ayat pertama,  Allah bersumpah dengan menggunakan salah satu dari makhluknya yaitu Al-ashr atau masa atau waktu. Nah.. kalo misalkan Allah bersumpah dengan sesuatu, pasti sesuatu tsb sangat penting dan memiliki keutamaan.

Di ayat kedua, Allah juga bersumpah kalo seluruh manusia itu merugi dan binasa, kecuali beberapa golongan yg Allah sebutin di ayat setelahnya,

Nah,,, di ayat ketiga ini, Allah menyebutkan golongan2 yang selamat dari kerugian dan kebinasaan.

·         Yang pertama, Orang2 yg beriman.  Mungkin kita sering denger kata “iman” tapi msh jarang yg tau apa iman itu sebenernya. Iman itu ucapan dg lisan, keyakinan dg hati, dan amalan dengan anggota badan. Iman juga bisa naik, bisa turun. Naik karena ketaatan kpd Allah, dan turun karena maksiaat kpd Allah. Dan landasan iman itu ilmu, yaitu pengetahuan kita terhadap sesuatu yg akan kita yakini atau imani.

·         Yang kedua, orang2 yg beramal shalih. Amal shalih itu buah dari ilmu dan iman, nah kalo misalkan Allah udh ngasih hidayah kpd seseorang berupa ilmu dan iman, inysaAllah dia bakal nglakuin amalan2 soleh juga.

·         Yang ketiga, Orang2 yg saling menasihati dlm kebenaran. Yaitu, mewujudkan semua bentuk ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan. Kebenaran itu sesuatu yg didlmnya ada ilmu, iman, dan amal soleh.

·         Yang keempat, Orang2 yg saling menasihati dlm kesabaran. Yaitu bersabar atas cobaan yg menimpa, takdir, serta gangguan2 yg ada.

 

Jadi.. ada 4 poin penting  yg terkandung dlm surat ini, yaitu:

1. Ilmu, kita harus mendasari segala bentuk ucapan, perbuatan dan pendapat kita dg ilmu.

2. Mengamalkan ilmu yg telah kita dapat, karena tujuan dari menuntut ilmu adalah beramal dengannya,      dan bukan tujuan dari menuntut ilmu hanya utk wawasan saja.

3. Saling menasihati dalam kebenaran. Imam Syafi'i rahimahullah pernah berkata, "katakan kebenaran        meskipun pahit."

4. Saling menasihati dalam kesabaran. 

wallahu a’lam, semoga bermanfaat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kritik ≠ Tidak beradab

Kalau kita lihat dari sejarah, pondok pesantren memang produk sosial-budaya, bukan lembaga yang sakral secara syar‘i.  Ia muncul sebagai ini...